

Krisis Ekonomi Argentina di Tengah Euforia Juara Piala Dunia
By Team Amartha Blog - 23 Dec 2022 - 3 min membaca
Kenyataan pahit harus diterima, akibat krisis ekonomi Argentina yang semakin parah. Di tengah euforia kemenangan Piala Dunia 2022, Argentina justru menghadapi ancaman krisis ekonomi dan inflasi yang kabarnya akan memburuk di tahun 2023.
Salah satu kebijakan Pemerintah untuk menekan inflasi di Argentina dengan menaikkan pajak komoditas ekspor produksi barang pokok seperti gandum dinilai tidak akan memperbaiki keadaan ekonomi hingga beberapa bulan kedepan.
Krisis Ekonomi Argentina di Tengah Euforia Juara Piala Dunia
Argentina menang melawan Perancis di Piala Dunia 2022 dengan skor akhir 4-2. Tendangan penalti di akhir permainan menyelamatkan Argentina hingga berhasil membawa piala kejuaraan.
Namun bayangan krisis ekonomi dan inflasi tidak serta merta hilang dan akan teratasi begitu saja akibat kemenangan Piala Dunia. Meskipun keterampilan pemain Argentina begitu memukau di Piala Dunia 2022, hal ini berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat Argentina yang dilanda gelapnya kemiskinan.
Krisis ekonomi di Argentina diperkirakan akan semakin parah 100% di akhir tahun 2022. Buat kamu yang masih penasaran, berikut sederet fakta tentang gambaran krisis yang terjadi di Argentina:
1. 4 dari 10 Warga Jatuh Miskin
Krisis ekonomi membuat warga Argentina menghabiskan banyak tabungan terutama untuk masyarakat pada kalangan kelas menengah ke bawah. Beberapa dari mereka masih beruntung saat menginvestasikan aset ke dalam bentuk Euro atau Dollar yang masih dapat ditukarkan kembali ke Peso Argentina melalui pasar gelap semi legal.
2. Jumlah Pemulung Dan Gelandangan Terus Meningkat
Saat ini jumlah tunawisma atau yang biasa disebut gelandangan di jalanan Buenos Aires terus meningkat. Banyak dari mereka berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memunguti barang di tempat sampah. Bahkan jumlah tuna wisma di Argentina meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir.
3. Juara Piala Dunia Membawa Bahagia
Ditengah krisis ekonomi Argentina yang melanda, tim sepak bola mereka justru berhasil memenangkan Piala Dunia Qatar 2022. Hal itu mampu membuat warga bahagia untuk sesaat setelah Argentina mengalahkan Prancis dengan tendangan penalti di babak final. Untuk merayakan hal tersebut, Kota Buenos Aires dipenuhi oleh ratusan warga yang menyambut kemenangan mereka.
Baca Juga: 5 Bayaran Atlet Sepak Bola Internasional Ini Bikin Iri
4. Hutang Berlebihan
Saat ini Argentina memiliki hutang total sebesar Rp515 ribu triliun. Belum lagi kurs di negara tersebut bila dirupiahkan mencapai Rp15.290 US Dollar. Utang Argentina didominasi oleh bentuk mata uang Dollar Amerika Serikat dan mencapai total US$29,4 triliun dengan persentase 60,9% dari total utang negara.
Definitif juga memberikan data utang Argentina dalam bentuk mata uang lokal senilai ARS13,3 triliun dan EUR4,3 triliun yang jika dijumlah ada 36,49% dari total utang. Tentu saja utang sebesar itu mengakibatkan rasio utang produk domestik bruto atau PDB sampai pada angka 80,5% pada tahun 2021.
5. Kinerja Ekspor Menurun
Bertolak belakang dengan kebijakan Pemerintah, kinerja ekspor Argentina yang menghasilkan gandum justru kian menurun. Hasil produksi dinilai tidak bisa menyesuaikan dengan kebutuhan negara terkait, sehingga mengakibatkan penurunan jumlah ekspor.
6. Barter Menjadi Jalan Keluar
Saat ini ekonomi barter menjadi salah satu sistem pembayaran warga Argentina. Mereka bisa menukarkan susu dan popok dengan barang lain yang digunakan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena ekonomi di Argentina juga masih bergantung kepada Dollar AS yang mengakibatkan adanya dolarisasi ekonomi.
Bahkan, setiap hari masyarakat menghitung-hitung harga barang-barang yang bisa ditukarkan untuk mendapatkan sekantong beras. Masyarakat juga bisa melakukan barter melalui media sosial untuk menjangkau orang lebih luas.
Belajar dari krisis ekonomi Argentina, kamu juga tidak mau kan bila Indonesia mengalaminya? Kamu bisa membantu pembangunan Ekonomi Indonesia melalui Amartha. Dengan mendanai pelaku usaha mikro, kamu sekaligus membantu perekomnomian ibu-ibu tangguh di Indonesia dan bisa mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahun yang bisa digunakan untuk tabungan jangka panjang.
Yuk, langsung download dan mulai modalin di Amartha sekarang!
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Artikel Terbaru
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Artikel Terkait
Ada pertanyaan seputar artikel di blog Amartha? atau ingin mengirimkan artikel terbaik kamu untuk di publish di blog Amartha?
Hubungi Kami SEKARANG






