Loading...
Loading...

Uang yang disimpan untuk kebutuhan dekat sebaiknya mudah diambil saat dibutuhkan. Sementara itu, dana untuk tujuan beberapa tahun ke depan dapat dipertimbangkan untuk berkembang melalui investasi. Memahami perbedaan tabungan dan investasi membantu seseorang menentukan tempat yang tepat untuk setiap tujuan keuangan.
Keduanya dapat dijalankan bersamaan. Namun, tabungan dan investasi memiliki tujuan, tingkat risiko, serta cara pencairan yang berbeda.
Tabungan umumnya digunakan untuk menyimpan dana dengan akses yang relatif cepat. Investasi digunakan untuk menempatkan uang pada instrumen tertentu dengan harapan nilainya bertumbuh. Pilihan ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan menanggung risiko.
Tabungan adalah simpanan di bank yang dapat ditarik sesuai ketentuan yang berlaku. Menurut Undang Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, tabungan merupakan simpanan yang penarikannya dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati dan tidak dapat ditarik dengan cek atau bilyet giro.
Tabungan cocok untuk dana belanja bulanan, dana darurat, atau biaya sekolah yang akan dipakai dalam waktu dekat. Nasabah biasanya dapat mengakses uang melalui ATM, aplikasi bank, atau kantor cabang.
Investasi adalah penempatan dana pada aset atau instrumen untuk memperoleh hasil di masa depan. Instrumennya beragam, seperti deposito, surat berharga negara, reksa dana, saham, emas, dan properti.
Menurut Undang Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, penanaman modal mencakup kegiatan menanam modal oleh penanam modal dalam negeri maupun asing untuk melakukan usaha di wilayah Indonesia. Dalam keuangan pribadi, investasi biasanya dipakai untuk mengejar tujuan jangka menengah hingga panjang.
Perbedaan tabungan dan investasi paling mudah terlihat dari tujuan penggunaannya. Tabungan mengutamakan ketersediaan dana, sedangkan investasi berfokus pada potensi pertumbuhan nilai uang. Karena itu, keduanya tidak tepat jika dipertukarkan sembarangan.
Tabungan membantu menjaga uang tetap tersedia saat ada kebutuhan mendesak. Dana ini dapat dipakai untuk biaya servis kendaraan, tagihan kesehatan, atau kebutuhan rumah tangga yang tidak direncanakan.
Bank Indonesia dalam Buku Saku Pengelolaan Keuangan menjelaskan bahwa perencanaan keuangan perlu dimulai dari pengaturan pendapatan, pengeluaran, serta penyisihan dana. Menabung secara rutin membuat pengeluaran mendadak tidak langsung mengganggu kebutuhan utama.
Investasi dapat membantu menyiapkan dana untuk target yang masih cukup jauh, misalnya biaya pendidikan anak, uang muka rumah, atau masa pensiun. Nilai hasil investasi dapat naik, tetapi juga bisa turun mengikuti kondisi pasar dan jenis instrumen.
Otoritas Jasa Keuangan dalam Buku Saku Pasar Modal menyebutkan bahwa pasar modal mempertemukan pihak yang membutuhkan dana jangka panjang dengan pihak yang memiliki dana. Artinya, investasi memerlukan waktu dan pemahaman sebelum dana ditempatkan.
Tabungan dan investasi sama-sama membutuhkan disiplin menyisihkan uang. Meski begitu, cara dana berkembang dan tingkat risikonya berbeda. Pemula perlu memahami hal ini agar tidak memakai dana darurat untuk instrumen yang nilainya dapat berfluktuasi.
Dana tabungan disimpan pada rekening bank dan dapat memperoleh bunga sesuai ketentuan produk. Nilai saldo cenderung stabil, walau bunga tabungan biasanya tidak besar.
Simpanan nasabah di bank peserta penjaminan juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan dengan syarat tertentu. LPS menjamin simpanan hingga paling tinggi Rp2 miliar per nasabah per bank selama memenuhi ketentuan program penjaminan.
Dalam investasi, dana dibelikan aset yang nilainya dapat berubah. Harga saham dapat bergerak setiap hari, sedangkan reksa dana mengikuti nilai aset di dalam portofolionya. Emas dan obligasi juga memiliki risiko serta karakter yang berbeda.
Otoritas Jasa Keuangan dalam materi edukasi Kenali Produk dan Layanan Keuanganmu mengingatkan masyarakat untuk memahami manfaat, risiko, biaya, serta legalitas produk sebelum berinvestasi. Pastikan perusahaan atau aplikasi investasi memiliki izin dan pengawasan dari OJK.
Pilihan antara menabung dan investasi tidak harus dibuat secara mutlak. Urutkan dulu kebutuhan berdasarkan waktu pemakaian dan tingkat urgensinya. Setelah dana darurat tersedia, dana untuk target yang lebih panjang dapat mulai dialokasikan ke investasi.
Pilih tabungan ketika dana akan digunakan dalam beberapa bulan hingga sekitar satu tahun. Contohnya, dana untuk biaya kontrakan, pajak kendaraan, liburan yang sudah direncanakan, atau cadangan biaya kesehatan.
Likuiditas menjadi alasan utama. Likuiditas adalah kemudahan mengubah aset menjadi uang tunai tanpa menunggu lama atau mengalami penurunan nilai yang besar.
Investasi dapat dipertimbangkan untuk tujuan di atas tiga tahun, terutama jika dana tersebut tidak dibutuhkan mendadak. Pemula bisa mempelajari instrumen berisiko lebih rendah terlebih dahulu, lalu menyesuaikannya dengan profil risiko pribadi.
Sebelum mulai, lakukan lima langkah berikut.
Dengan pembagian yang jelas, perbedaan tabungan dan investasi dapat menjadi panduan untuk menjaga kebutuhan hari ini sekaligus menyiapkan rencana masa depan.