Loading...
Loading...

Nilai saham, obligasi, emas, dan reksa dana dapat bergerak berbeda pada waktu yang sama. Kondisi ini membuat investor perlu membagi dana ke beberapa instrumen agar penurunan pada satu aset tidak langsung mengganggu seluruh nilai investasi. Diversifikasi portofolio adalah salah satu cara yang umum dipakai untuk mengelola risiko tersebut.
Diversifikasi berarti menyebarkan dana investasi ke beberapa aset, sektor usaha, atau wilayah. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan portofolio pada satu sumber keuntungan. Strategi ini membantu investor menghadapi perubahan pasar dengan lebih tenang.
Diversifikasi portofolio adalah strategi membagi dana pada instrumen yang memiliki karakter pergerakan berbeda. Contohnya, investor dapat mengombinasikan saham, obligasi pemerintah, emas, dan reksa dana pasar uang.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam buku Buku Saku Pasar Modal, reksa dana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Produk ini dapat menjadi pilihan praktis bagi pemula yang ingin memiliki aset beragam.
Tujuan utamanya ialah menekan risiko kerugian yang berasal dari satu aset atau satu sektor. Misalnya, ketika saham sektor teknologi melemah, obligasi atau emas bisa saja bergerak lebih stabil.
Namun, diversifikasi tidak menjamin investor selalu untung. Nilai investasi tetap dapat turun saat kondisi ekonomi memburuk secara luas.
Pembagian investasi perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu, dan kemampuan menanggung risiko. Investor yang menyiapkan dana pendidikan dalam dua tahun tentu membutuhkan komposisi berbeda dari investor yang menargetkan dana pensiun. Oleh karena itu, jangan memilih instrumen hanya karena sedang ramai dibicarakan.
Mulailah dengan menyiapkan dana darurat dan melunasi utang berbunga tinggi. Setelah itu, bagi dana investasi secara bertahap sesuai kebutuhan dan profil risiko pribadi.
Investor pemula dapat mempertimbangkan reksa dana karena pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi. Meski begitu, tetap periksa prospektus, tingkat risiko, biaya, serta izin produk sebelum membeli.
Undang Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal mengatur kegiatan pasar modal di Indonesia, termasuk pihak dan lembaga yang terlibat di dalamnya. Investor sebaiknya menggunakan perusahaan sekuritas atau manajer investasi yang berizin Otoritas Jasa Keuangan.
Portofolio yang beragam membuat investor memiliki beberapa sumber potensi hasil investasi. Strategi ini juga membantu mengurangi keputusan emosional saat satu instrumen mengalami penurunan. Meski demikian, pembagian aset tetap perlu dijaga agar tidak terlalu rumit.
Diversifikasi dapat mengurangi risiko yang berasal dari masalah pada satu perusahaan atau satu sektor. Investor juga lebih mudah menyesuaikan portofolio ketika tujuan keuangannya berubah.
Selain itu, aset dengan tingkat risiko rendah seperti reksa dana pasar uang atau obligasi dapat menjadi penyeimbang saat investor juga memiliki saham. Komposisi tersebut perlu disesuaikan lagi dengan usia, pendapatan, dan target investasi.
Terlalu banyak produk justru dapat menyulitkan pemantauan dan membuat biaya investasi bertambah. Memiliki banyak saham dari sektor yang sama juga belum tentu menciptakan diversifikasi yang baik.
Fokuslah pada aset yang benar benar dipahami dan punya peran jelas dalam portofolio. Diversifikasi portofolio adalah strategi yang efektif bila dilakukan dengan tujuan, jumlah aset, dan evaluasi yang terukur.