

Sosok Sarah Gilbert, Perempuan Inspiratif Penemu Vaksin AstraZeneca
By Team Amartha Blog - 21 Jul 2021 - 3 min membaca
Vaksin astrazeneca dikabarkan menjadi vaksin yang memiliki ketahanan paling tinggi dibandingkan dengan merek lainnya. Vaksin ini ditemukan dan diramu oleh perempuan tangguh inspiratif yang bernama Sarah Gilbert.
Seperti apakah sosok Sarah Gilbert ini? Juga bagaimana Sarah meneliti dan meramu vaksin itu?
Sosok Sarah Gilbert si Penemu Vaksin AstraZeneca
Sarah Gilbert merupakan profesor dan seorang ahli vaksinologi dari Jenner Institute dan Nuffield Department of Clinical Medicine, Universitas Oxford, yang menemukan formula vaksin corona.
Nama Sarah Gilbert mencuat saat videonya viral saat menghadiri ajang Wimbledon 2021 dalam pertandingan Djokovic melawan Jack Draper.
Dalam video tersebut, penonton memberikan standing ovation atas fakta ia membantu menciptakan vaksin virus corona sekaligus rasa kemanusiannya mengenai hak paten vaksin, AstraZeneca. Padahal Sarah bisa saja meraup keuntungan atas hasil investasi yang ia lakukan dari penjualan vaksin yang dibuatnya.
"Saya tidak ingin mengambil (hak paten). Sudah seharusnya kita bisa berbagi dan membiarkan semua orang membuat vaksin mereka sendiri." ujar Sarah dikutip dari Reuters, Selasa (20/7/2021).
Karena kebaikannya itu, Sarah Gilbert mendapatkan gelar kebangsawanan Dame Commander of the Most Excellent Order of the British Empire (DBE) dari kerajaan Inggris atas pengabdiannya pada ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat. Sarah Gilbert juga dianugerahi Penghargaan Putri Asturias untuk kategori penelitian ilmiah.
Awal Mula Pembuatan Vaksin AstraZeneca
Melansir CNBC Indonesia, dalam pengembangan vaksin Corona, Sarah Gilbert mengaku pada awalnya diketahui ada empat orang yang menderita pneumonia di China pada malam tahun baru 2020. Setelah menerima susunan patogen virus baru yang dikenal sebagai Covid-19, Sarah Gilbert langsung mengembangkan vaksin.
Pada tanggal 30 Desember 2020, vaksin Covid-19 Oxford - AstraZeneca yang dikembangkan bersama dengan Oxford Vaccine Group telah mendapat persetujuan untuk digunakan di Inggris. Dengan persetujuan darurat dari WHO, Astrazeneca kini menjadi salah satu vaksin yang paling banyak digunakan di dunia.
Berdasarkan laporan Lancet, efikasi AstraZeneca mencapai 70% didasarkan atas analisis interim hasil uji klinis tahap tiga di dua negara, yakni Brasil dan Inggris. Adapun standar efikasi minimal vaksin Covid-19 adalah 50%.
Harga vaksin AstraZeneca pun dijual dengan harga yang paling murah dibanding jenis vaksin lainnya. Dikutip dari Observer, harga vaksin AstraZeneca dijual hanya US$ 4 per dosis.
Artikel Terbaru
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Artikel Terkait
Ada pertanyaan seputar artikel di blog Amartha? atau ingin mengirimkan artikel terbaik kamu untuk di publish di blog Amartha?
Hubungi Kami SEKARANG



