

Covid Naik Lagi, Kenali Omicron BA.4, BA.5, dan Gejalanya
By Team Amartha Blog - 21 Jul 2022 - 3 min membaca
Apa Itu Omicron BA.4 dan BA.5?
Pandemi Covid masih ada. Omicron BA.4 dan BA.5 merupakan sub varian baru dari virus omicron. Munculnya berita mengenai subvarian virus omicron ini membuat situasi pandemi yang kian mereda menjadi meningkat lagi. Varian BA.4 dan BA.5 sendiri telah ditemukan pertama kali di tanggal 06 Juni lalu.
Gejala yang ditimbulkan cukup ringan daripada varian-varian yang telah ada. Walaupun tidak terdapat kesakitan yang lebih parah pada orang yang terinfeksi daripada varian virus sebelumnya, tetapi jenis sub varian ini lebih mudah menular.
Kamu tidak perlu khawatir, karena masyarakat yang telah melakukan vaksin secara lengkap dapat dinyatakan lebih kebal dari risiko terinfeksi virus tersebut. Walaupun demikian, menerapkan protokol kesehatan dan tetap menjaga kebersihan harus selalu dilakukan.
Munculnya varian Omicron BA.4 dan BA.5 ini tidak menutup kemungkinan untuk menambah jumlah orang yang terinfeksi. Hal tersebut mengingat pernyataan bahwa varian ini dapat menular kepada orang lain dengan cepat
Gejala Covid Omicron BA.4 dan BA.5
Mengingat jenis subvarian ini dapat menyebar dengan cepat, kamu harus tahu gejala-gejala yang timbul saat terinfeksi. Gejala subvarian ini relatif ringan daripada varian lainnya.
Menurut Dokter Dicky Budiman selaku Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, gejala ringan yang timbul pada orang yang terkena varian baru ini disebabkan oleh sistem imunitas yang telah terbentuk dengan baik.
Walaupun begitu, kita harus tetap mewaspadai gejala yang timbul dan memproteksi diri masing-masing dari kemungkinan terpapar oleh varian virus tersebut.
Gejala yang ditimbulkan dari sub varian virus Omicron BA.4 dan BA.5 tidak jauh berbeda dari varian sebelumnya. Gejala tersebut antara lain:
- Batuk (89 persen)
- Kelelahan atau fatigue (65 persen)
- Rinore atau hidung tersumbat (59 persen)
- Demam (38 persen)
- Mual atau muntah (22 persen)
- Sesak nafas (16 persen)
- Diare (11 persen)
- Ageusia atau anosmia (8 persen)
Ketika mendapati gejala seperti yang tertera di atas, segeralah untuk cek kondisi kamu di fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menundanya hanya karena gejala yang timbul relatif ringan. Dengan segera memeriksakan diri, kamu akan mendapatkan penanganan pertama yang tepat agar virus tersebut dapat segera teratasi.
Baca Juga: Alternatif Uji Covid-19 dengan Tes PCR Saliva, Ini Harga dan Tempatnya!
Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia
Sejak secara resmi dinyatakan memasuki Indonesia pada tanggal 06 Juni lalu, jumlah kasus Covid-19 semakin meningkat. Sub varian baru virus omicron ini menyebar ke dalam beberapa wilayah di Indonesia.
Tidak menutup kemungkinan varian ini dapat menyebar lebih luas ke daerah lain. Beberapa daerah dengan kasus varian Omicron BA.4 dan BA.5 yang cukup tinggi antara lain DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.
Kasus varian baru virus omicron diprediksi oleh Kementerian Kesehatan mencapai puncaknya di bulan Juli, khususnya pada minggu keempat. Masyarakat tentunya harus waspada demi menekan kenaikan kasus yang ditimbulkan oleh varian ini.
Situasi pandemi di Indonesia belum sepenuhnya pulih. Pandemi di Indonesia masih dalam status rawan. Oleh karena itu, protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan harus tetap diterapkan. Mengingat kasus berpotensi naik apalagi kini muncul varian Omicron BA.4 dan BA.5, kita dianjurkan untuk tidak bepergian ke luar.
Tetapi tenang saja, meskipun harus tinggal di rumah, kamu dapat mulai investasi di Amartha untuk mendapatkan penghasilan pasif. Dengan berinvestasi di Amartha, kamu akan mendapatkan hasil mencapai 15% flat per tahun, lho! Tunggu apa lagi? Yuk, mulai investasi sekarang!
Artikel Terbaru
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Artikel Terkait
Ada pertanyaan seputar artikel di blog Amartha? atau ingin mengirimkan artikel terbaik kamu untuk di publish di blog Amartha?
Hubungi Kami SEKARANG






